Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
0

Wisata Gunung Bromo Jawa Timur




Gunung Bromo sudah sangat terkenal sebagai objek wisata yang tersohor di Indonesia kshusnya jawa timur. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berada di ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Menurut sejarah, gunung ini telah beberapa kali meletus, Selama abad XX, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2011.

Gunung Bromo berasal dari bahasa sanskerta Brahma, merupakan seorang dewa utama Hindu. Yang membuat menarik objek wisata ini adalah status gunung bromo yang merupakan gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Bila kita pertama kali kita mengunjungi objek wisata gunung bromo kita akan merasakan dingin karena memang suhu disini mencapai 10 hingga o derajat celsius.

Selain itu, bila berada di gunung bromo kita akan disuguhkan pemandangan matahri terbit yang sangat indah sekali dan juga padang pasir yang luas. Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.


Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.


Rute Menuju Gunung Bromo :


Dari wilayah seluruh indonesia menuju Gunung Bromo bisa ditempuh dengan tiga cara. Melalui udara langsung beli tiket pesawat jurusan Surabaya. Hampir semua maskapai penerbangan nasional membuka jalur menuju Surabaya.





Sampai di Bandara Juanda ada pilihan bus Damri yang mengantar kita ke terminal bus Bungurasih Surabaya. PIlih bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Kepada kondektur bus, katakan bahwa Anda ingin turun di Probolinggo.


Sampai Terminal Probolinggo, Anda bisa naik angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari, biayanya sekitar 25 ribu rupiah. Tetapi jangan kaget. Angkutan desa ini menunggu penumpang hingga penuh, barulah kemudian ia mau berangkat. Jadi agak lama menunggu mobil jenis colt lama itu untuk berangkat.


Melalui jalur kereta api, banyak pilihan untuk Anda, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi. Anda bisa naik kereta api eksekutif Agro Angrek atau kereta api ekonomi non-AC Gaya Baru sampai Surabaya.


Dari Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, Anda bisa naik Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang berangkat pukul 09.00 WIB setiap harinya. Anda beli tiket sampai Stasiun Probolinggo saja. Dari Stasiun Probolinggo bisa naik angkutan kota ke Terminal Bus Probolinggo untuk ganti angkutan desa ke Kecamatan Ngadisari, kota terakhir sebelum ke Gunung Bromo.


Apabila ingin naik bus eksekutif langsung ke Probolinggo, ada pilihan beberapa bus eksekutif di Terminal Bus Lebakbulus Jakarta jurusan Jember atau Banyuwangi. Anda cukup beli tiket jurusan Jakarta-Probolinggo saja.


Di Kecamatan Ngadisari banyak pilihan tempat menginap. Bisa di hotel atau rumah-rumah penduduk yang sekamar hanya 100 hingga 200 ribu rupiah saja. Urusan perut tak perlu khawatir. Ada banyak warung-warung makan yang menjual minuman dan makanan panas untuk mengurangi dinginnya udara Gunung Bromo.


Untuk melihat matahari terbit ke Gunung Bromo lokasinya berada di Penanjakan. Anda perlu menyewa mobil jip hardtop untuk mengantar Anda menyeberangi lautan pasir. Harga sewa sekitar 300 hingga 400 ribu rupiah per mobil.


Untuk sewa mobil ini Anda bisa patungan dengan beberapa wisatawan. Satu mobil cukup untuk tujuh orang. Anda harus sudah memesan mobil jip ini pada malam hari. Pemilik hotel jam 03.00 WIB akan membangunkan Anda untuk berangkat melihat matahari terbit. Supir jip disini sangat mahir menyetir mobilnya di lautan pasir yang gelap.


Jangan lupa membawa jaket, syal, sarung tangan, dan topi penutup telinga. Karena selain dinginnya udara, juga angin kencang membuat Anda kedinginan. Sangat beruntung apabila Anda datang tidak dalam keadaan cuaca mendung sehingga leluasa melihat matahari terbit.


Sekitar pukul 04.45 WIB matahari akan terbit perlahan-lahan. Sekitar 30 menit Anda akan takjub melihat keindahan matahari terbit sampai akhirnya matahari terang berendang dan puncak Gunung Bromo terlihat bersebelahan dengan Gunung Batok.


Jangan kaget banyak pengunjung yang bertepuk tangan saat matahari muncul perlahan-lahan tersebut karena keindahannya memiliki sensasi tersendiri. Kita akan merasa berada di atas awan melihat kabut di bawah menari-nari diatas Gunung Bromo. Puncak Gunung Semeru juga kelihatan dari kejauhan membelakangi Gunung Bromo.


Setelah puas foto-foto bersama di Penanjakan, Anda bisa langsung ke kawah Gunung Bromo. Mobil jip sewaan akan mengantar Anda sampai pemberhentian terakhir di dekat pura di kaki Gunung Bromo.

Untuk naik ke puncak kawah Gunung Bromo Anda bisa naik tangga sampai puncaknya. Apabila tidak mau capai, Anad bisa sewa kuda dengan ongkos 100 ribu rupiah. Anda akan naik kuda dengan dituntun pemilik kuda sehingga Anda bisa aman di atas pelana kuda tanpa khawatir kudanya lari.

Dari puncak Gunung Bromo Anda akan melihat langsung kawah yang sedikit berbau belerang. Pemandangan di bawah berupa keindahan lautan pasir dan Pura Hindu tampak anggun di kejauhan kaki gunung.

Kuda-kuda yang parkir menunggu pengunjung menyewa juga menambah keindahan pemandangan. Di sisi sebelah Gunung Bromo juga bisa dilihat Gunung Batok yang terlihat seperti bentuk kue berlapis raksasa karena bentuk gunungnya seperti berlapis-lapis.
0

Daerah wisata Jawa Timur


Jawa Timur merupakan provinsi yang pontensi wisatanya begitu menakjubkan bukan hanya terkenal di domestik melaikan sudah terkenal di mancanegara, taman nasional bromo tengger semeru adalah salah satu objek wisata yang sudah terkenal di dunia dengan keajaiban alamnya yang begitu menakjubkan, Jawa Timur siap menyambut para wisatawan yang datang dengan fasilitas yang telah di sediakan untuk menunjang pariwisatanya.

 Jatim Park Batu Malang



Jatim Park2 Batu Malang Wahana Liburan - Wisata Batu Malang, Dalam balutan udara pegunungan yang sejuk pada ketinggian kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), kota Batu populer memiliki banyak objek wisata. Dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat celsius serta memiliki pemandangan indah yang dikelilingi oleh Gunung Arjuna, serta banyak pegununga sekitar, beberapa objek wisata Batu malang yang banyak dikunjungi terutama selama musim liburan antara lain Jatim Park 1, Club Bunga, dan Wahana Malam Batu Night Spectacular (BNS).

Jatim Park 2 yang berlokasi dekat dengan Jatim Park 1 serta BNS, tepatnya di Jl Oro-Oro Ombo No 9 Kota Batu, dibuat sebagai wahana wisata untuk family. Objek Wisata yang berada kurang lebih 20 km barat Kota Malang itu, saat menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur. Jatim Park 2 mempunyai 36 wahana, di antaranya kolam renang raksasa dengan background patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring, spinning coaster, dan drop zone.

Tempatnya yang begitu luas di antara tanah 14 hektare, Jatim Park2 termasuk tempat wisata yang cukup lengkap. tempat yang dibagi dalam tiga area, yaitu Batu Secret Zoo, Museum Satwa, serta Tree Hotel, Jatim Park 2 tak hnaya sebagai tempat berlibur tapi juga wahana study sesuai moto yang diusungnya Pembelajaran Satwa dan Rekreasi.

TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Ketika Pagi Hari Di Pegunungan Bromo


Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha


Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.
Ranu Kumbolo

Ranu Regolo
Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air.
Flora
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka.
Fauna
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.
GUNUNG BROMO

Gunung Bromo
Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
GUNUNG SEMERU

Gunung Semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.
Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan.
Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.
AIR TERJUN MADAKARIPURA

Air Terjun Madakaripura
Air terjun Madakaripura adalah suatu air terjun yang terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
Air terjun ini diberi nama dari Madakaripura, tanah perdikan milik mahapatih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit
PANTAI BALEKAMBANG

Pantai Balekambang
Pantai Balekambang adalah sebuah pantai di pesisir selatan provinsi Jawa Timur yang terletak di Kabupaten Malang, kurang lebih 30 kilometer sebelah selatan kota kepanjen, atau 45 kilometer sebelah selatan Kota Malang. Balekambang merupakan salah satu objek wisata pantai di kabupaten malang yang sudah memiliki akses jalan, selain pantai Ngliyep dan pantai sekaligus kampung nelayan sendang biru. Balekambang mempunyai garis pantai sepanjang hampir 2 kilometer, dan terdiri dari pasir yang berwarna putih dan coklat terang.
Seperti halnya pantai pesisir selatan pulau jawa, balekambang memiliki arus laut yang deras serta ombak yg cukup besar, kurangnya fasilitas umum, termasuk akses jalan yang beraspal namun rusak di beberapa tempat, tidak adanya aliran listrik dan air bersih, membuat pantai ini tidak begitu mendapat banyak kunjungan secara rutin.
Pura di Pantai Balekambang
Balekambang mendapatkan kunjungan cukup banyak disaat liburan sekolah serta perayaan atau hari besar agama hindu, karena disini terletak sebuah pura yang terletak di sebuah pulau batu kecil, sekitar 100 meter dari bibir pantai
PULAU SEMPU

Keindahan Pulau Sempu
Pulau Sempu mrupakan cagar alam yang dilingdungi oleh Pemerintah, Pulau ini terletak di wilayah Kabupaten Malang, pesona pulau ini sangat indah, dengan panorama laut yang mempesona dan berpasir putih, airnya berwaina biru bening sehingga pemandangan bawah laut bisa dilihat dengan mata telanjang, ditambah lagi dengan pemadangan alam yang masih asri dan berbukit bukit.
Air Laut Yang Jernih di Pulau Sempu 
Untuk mencapai lokasi pulau ini, dari Kota Malang menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tepatnya diWana Wisata Pantai Sendang Biru, sekitar 70 km, dan harus menyeberang menggunakan perahu motor sewa dengan tarip Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) PP rombongan maksimal 10 orang, Pulau yang tak berpenduduk ini dihuni oleh .satwa antara lain, burung elang, burung rangkok badak, elang laut dan berbagai jenis burung lainnya, terdapat pula binatang kijang, babi hutan, ular dll.
Risqi Nor Cahyo pengunjung asal Surabaya, "mengatakan Pulau Sempu merupakan cagar alam yang masih perawan yang memiliki panorama indah dengan laut berpasir putih dan bukit-bukit serta hutannya yang masih alami, tahun depan saya dan rombongan akan datang ke pulau ini lagi. "
Sebelum menuju Pulau ini, pengunjung diwajibkan lapor di pos penjaga dan mentaati peraturan yang melarang pengunjung merusak cagar alam, membuang sampah sembarangan juga disarankan untuk berhati-hati dijalan dikhawatirkan bisa tersesat  karna jalan yang berkelot-kelot dan bercabang-cabang.
PATUNG MONUMEN JALESVEVA JAYAMAHE (MONJAYA)
Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya)
Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) adalah , menggambarkan seorang Perwira menengah TNI Angkatan Laut,  lengkap dengan pakaian militer dan atribut kebesaran ,  nampak gagah berani menatap dengan mata tajam ke arah laut luas,  penuh tanggung jawab , dan siap menjaga kedaulatan laut di wilayah NKRI.
Patung ini juga dapat digunakan sebagai  Mercusuar bagi kapal – kapal dagang, kapal penumpang yang lalu lalang melintas disekitarnya , dan menggambarkan Tetenger yaitu tongkat estafet dari generasi baru ke generasi berikutnya.





SURGA PENYU DI PANTAI NGAGELAN

Pantai Ngagelan
Pelepasan Tukik di Pantai Ngagelan
Hujan mulai turun di sepanjang Alas Purwo, ketika kami memasuki kawasan pantai Ngagelan. Di rumah yang disediakan oleh pengelola Taman Nasional Alas Purwo, tampak wisatawan dari Jerman asik mengamati poster WWF Indonesia bertuliskan ”Selamatkan Penyu”. Gubuk kayu ini bukanlah penginapan, melainkan pusat informasi dan penangkaran Penyu.
Ngagelan terletak 7 km ke arah barat dari pantai Trianggulasi. Warga sekitar alas Purwo lebih suka menyebutnya Pantai Marengan. Jarak tempuh dari pos Rowo bendu sekitar 30 menit, jalan yang ditempuh cukup eksotis, karena disebelah kanan dan kiri terdapat pepohonan tinggi yang subur.
Topografi wilayahnya tidak jauh berbeda dengan pantai lain yang membentang sepanjang bibir pantai selatan alas purwo. Menariknya adalah, pada bulan Mei dan Juni, pantai ini kerap dikunjungi oleh penyu-penyu dari Samudra Hindia (laut selatan) yang ingin menetas. Seolah tanpa dikomando, ratusan penyu ini mendarat di bibir pantai dan menetaskan telurnya.
Hamparan pasir yang bersih dengan kombinasi hutan mangrove dan hutan tropis membuat penyu-penyu ini merasa nyaman untuk menetaskan telurnya. Paidi, petugas penangkaran penyu mengatakan, pada bulan April, Mei dan Juni, ketika angin pasat dari timur membawa udara hangat ke pesisir pulau Jawa, penyu – penyu dari laut selatan mendarat di bibir pantai. Siklus cuaca ini menjadi salah satu faktor penyu untuk melakukan persalinan.
Persalinan Penyu di pantai Ngagelan menjadi daya tarik wisata bahari. Setiap malam, ada sekitar 30 penyu yang melakukan persalinan. Meski bertelur pada malam hari, namun penyu tersebut tidak akan mendarat bila di pantai tersebut dikunjungi orang.
Itulah sebabnya, bagi wisatawan yang hendak mengambil gambar, maka harus menunggu hingga pukul 23.00, waktu inilah yang tepat karena air laut mulai sampai di bibir pantai, dan penyu sudah bersiap pasir. Setelah melakukan persalinan di pasir, penyu tersebut kembali ke laut. Selanjutnya, petugas Taman Nasional Alas Purwo mengambil telur tersebut untuk ditetaskan secara semi alami.
Di pusat penangkaran penyu (masih dalam komplek pantai Ngagelan) terdapat bak-bak penetasan Setelah telur menetas, bayi penyu diberikan perawatan sampai berumur 5 bulan. Pasir di pantai Ngagelan sangat kondusif bagi proses bersalin empat jenis penyu antara lain jenis penyu abu-abu (lupidochelys olivaceae), penyu hijau (chelonian mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricate) serta penyu belimbing (darmochelys coreacea). Jenis –jenis tersebut adalah empat penyu dari tujuh jenis penyu yang ada didunia.
CANDI PARI DAN CANDI SUMUR

Candi Sumur

Candi Pari
Candi Pari merupakan Candi yang terbuat dari bata merah, terletak di dusun Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri diatas tanah seluas 1.310 m 2 yang dikelilingi oleh pemukiman penduduk, Candi ini dibangun pada tahun 1293 saka atau 1371 Masehi pada Zaman kerajaan  Majapahit yang diperintah oleh Prabu Hayam Wuruk 1350-1389 Masehi.
Bersebelahan dari Candi Pari, terdapat Candi Sumur yang berjarak sekitar 100 m, didirikan pada masa yang sama, dengan bentuk bangunan lebih kecil dan sebagian bangunannya telah rusak, Candi Sumur juga terbuat dari batu bata merah yang pada umumnya sering dijumpai pada candi-candi lain yang ada di Jawa Timur.
Konon Candi Pari dan Candi Sumur dibangun untuk mengenang peristiwa hilangnya pasangan suami isti yakni, Jaka Pandelengan dan Nyai Loro Walang Angin karena tidak mau tinggal bersama Raja yang sampai sekarang kedua Candi ini ditetapkan sebagai cagai budaya oleh pemerintah.
Semin juru kunci candi, mengatakan pengunjung yang datang ketempat ini dari sekolah dasar menengah dan pelajar pramuka untuk mengenal keberadaan nenek moyangnya terutama tentang budaya Jawa yang hingga kini hampir terlupakan oleh generasi sekarang, ujarnya.
Sedangkan pada hari-hari tertentu tempat ini banyak dikunjungi oleh peziarah dari Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya untuk mengadakan ritual memohon berkah kepada sang pencipta yang Maha Agung agar kehidupannya selalu dalam lingdungannya.
SENSASI AIR TERJUN COBAN DAN COBAIN RAIS

Air Terjun Coban
Satu lagi obyek wisata yang menjadi andalan Kota Wisata Batu. Sensasi air terjun Coban Talun dan Coban Rais yang tak hanya indah dilihat dari kejauhan. Wisata alam yang terletak di dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, ini juga lebih eksotis jika dilihat beberapa jengkal dari lokasi jatuhnya air dengan ketinggian sekitar 75 meter itu. Gemuruh suara benturan air dengan batu-batu cadas dibawahnya menambah sensasi semburan air terjun yang terasa seakan mengguyur sekujur tubuh. Berada di lokasi yang agak berjauhan dengan lokasi jatuhnya air pun akan tetap bisa merasakan sensasi ini. Bedanya, suara gemuruh itu hanya terdengar agak lirih.



Sumber  :  http://disbudpar.jatimprov.go.id
                   http://id.wikipedia.org
0

Pesona Kecantikan Pulau Sempu


Sempu adalah nama sebuah pulau yang terletak di malang bagian selatan tepatnya berada di selatan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kurang lebih 30 km dari kota malang.

Pulau Sempu tidak berpenduduk dan hanya terdiri dari hutan berbukit yang sebagian besar adalah hutan mangrove. Saat ini, Pulau Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah.

Di Pulau Sempu terdapat lebih dari 80 jenis burung yang dilindungi dan juga masih terdapat hewan-hewan lainnya seperti; babi hutan, kancil, juga lutung jawa dan jika beruntung bisa menemui jejak–jejak macan tutul di pulau ini.

Objek wisata alam Pulau Sempu memang tidak sebeken obyek lainnya di Jawa Timur seperti Gunung Bromo. Akan tetapi, keistimewaannya sangat unik dan jelas berbeda dari objek-objek wisata lainnya di sana. Keunikan berwisata di pulau Sempu ini adalah jika air sedang surut kita bisa menyebrang dari Pualu Jawa menuju Pulau Sempu. Pengunjung umumnya menyeberang pergi dan pulang pada pagi dan sore hari, karena penyebrangan hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tersebut dan bahkan tidak boleh lebih dari pukul 16.00 sore.

Di Pulau Sempu terdapat telaga yang disebut Segara Anakan. Dimana air yang terdapat di telaga ini berasal dari air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke Segara Anakan melalui karang yang berlubang besar di tengahnya. Meskipun memiliki kedalamannya sekitar 5 meter, Telaga Sagara Anakan aman untuk kegiatan snorkling ataupun hanya sekedar berenang karena sudah terbebas dari ombak laut lepas samudra hindia. Snorkling di Segara Anakan memberikan nuansa tersendiri karena terumbu karangnya masih alami dan belum tersentuh tangan-tangan jahil manusia. Di Pulau Sempu anda akan mendarat di bagian utara pulau sedangkan Segara Anakan berada di sebelah selatan dari pulau. Terdapat jalan setapak berikut petunjuk jalannya, anda akan berjalan melewati hutan menaiki perbukitan selama 3 sampai 4 jam (disarankan anda memilih jalan yang bersih dan selalu berbelok ke kiri setiap ada persimpangan). Setelah sampai Segara Anakan sebaiknya anda langsung mencari kayu bakar sebagai api unggun sebelum gelap dan membuat tenda sebagai peneduh.

Disamping itu, anda juga bisa memanjat karang yang mengitari Segara Anakan untuk melihat pemandangan, dari atas karang anda bisa melihat deburan ombak laut lepas yang mengikis terbing-tebing raksasa, sangat indah memang.

Selain Segara Anakan, di Pulau Sempu masih terdapat sebuah telaga lagi yang di namai Telaga Lele karena didalamnya banyak dihuni ikan jenis ini dan dilindungi. Selain itu, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai di pinggir pantai pulau ini. Bagi yang suka berpetualang dengan suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu bisa memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri.

Jika anda ingin bermalam di pulau Sempu, anda bisa menginap di penginapan–penginapan milik masyarakat di sepanjang jalan menuju Pantai Sendangbiru. Atau bisa juga dengan membuka tenda di Pulau ini, namun anda harus meminta izin terlebih dahulu di pos penjagaan di Sendangbiru yang terletak tepat di seberang Pulau Sempu. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian habitat dan lingkungan sekitar objek wisata Cagar Alam Pulau Sempu. [ref:pariwisata.net, explore-indo.com, ma6ma.wordpress.com, apvalentine.students.uii.ac.id]
0

Air Terjun Madakaripura




AIR TERJUN MADAKARIPURA - Terletak di kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, sekitar 5 km dari lintas jalan raya Bromo. Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area air terjun tersebut.

Jalanan desa yang berkelok-kelok menjadi santapan perjalanan ke Air Terjun Madakaripura. Oh iya, persiapkan kondiso kendaraan anda, angin ban, juga bensin. Sebab sepanjang trek tak akan kita temui bengkel, Tambal ban atau Pom bensin. Hutan-hutan disekitar sini masih tergolong lebat, warna hijau seakan mendominasi. Bahkan, masih terlihat sisi – sisa bekas penebangan hutan secara liar oleh warga sekitar untuk dibuka menjadi lahan baru. Sangat disayangkan.

Setelah perjalanan, Sebuah gerbang retribusi akan menyambut anda. Dari sini, jarak ke parkiran Air Terjun Madakaripura masih sekitar 300 meter. Saat tiba di lokasi air terjun Madakaripura kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya.

Air Terjun Madakaripura ini dikelilingi oleh tebing-tebing terjal yang membentuk ruangan dan berdiameter sekitar 25 meter. Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras.

Keunikan dan kesejukan air terjun Madakaripura ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya. Tebing-tebing disekitar air terjun terdapat beberapa goa, mirip dengan lokasi film-film silat dan memang cocok untuk daerah pertapaan. Hanya terdengar suara air dan jauh dari kebisingan dan polusi kendaraan kota.

Untuk anda penggemar fotografi, lokasi Air Terjun Madakaripura bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung. Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.
0

Coban Rondo Waterfall "Wonderful Waterfall in Malang"


Air Terjun Coban Rondo


Coban Rondo located in mountainside of Kawi, Pendasari Village, Pujon District, Malang Sub-province. About 0,5 hour journey from malang city. Don’t difficult to go to coban rondo waterfall, because there are have a road indicator to this wondeful Waterfall. Waterfall with height of this 84 metre seen to amaze by pouring so much water.



Around Coban Rondo Waterfall is also provided location for the camping and outbond facility. In edge of street, there are also many merchants offering food, beverage, or unique souvenir. Something else which also draw is the existence of monkeys which emerge to ask or look for food from visitors. Its funnys mannerism, drawing attention many children.



With mean temperature about 21 Celcius, You'D enjoy ruthless of atmosphere. So that many visitor which like to relax below grove or sit a moment above available stone bench or sit above available stone bench. Arrive moment at front Coban Rondo waterfall, felt direct cool and fresh atmosphere.










0

Pantai Kuta Bali


Kuta Bali siapa yang tidak kenal pantai bali yang indah ini dengan hamparan pantai dengan pasir putih dan deburan ombak menjadi surga bagi para peselancar dunia dan juga wisatawan yang liburan ke Bali.
 
Pantai kuta Bali terletak di selatan pulau bali. pantai. dan hanya berjarak 1,5 km dari airport ngurah rai bali dan bisa ditempuh dengan 5 menit saja dan 20 menit dari pusat kota denpasar. pantai kuta mempunyai panjang pantai sekitar 1500m.
Tempat Favorit Wisatawan
Pantai kuta sendiri berkembang mulai tahun 60 an dimana saat pertama kali wisatawan eropa ber wisata ke bali dan melihat keindahan pantai kuta dan puncaknya pada tahun 70 dimana kedatangan wisatawan mencapai puncaknya di bali saat itu tidak banyak fasilitas wisata yang dimiliki kuta bali
 
Tahun 2002 menjadi masa masa yang sulit bagi pariwisata bali karena saat itu terjadi ledakan bom I dan bom bali 2 tiga tahun kemudian menjadikan kuta bali yang menjadi pavorit bagi wisatawan sepi dan tidak banyak dari para wisatawan yang berkunjung ke kuta. Kuta telah banyak berbenah dengan berbagai fasilitas penunjang yang dimilikinya dan di pantai ini kuta kita bisa menyaksikan keindahan matahari terbenam atau sunset.
 
Saat ini sudah banyak hotel dan restaurant dengan berbagai kategori bisa kita dapatkan di kuta. Jika anda liburan ke bali pastikan anda menikmati keindahan pantai kuta bali.
0

Museum Ratusan Naskah Kuno


Museum memang sejatinya menyimpan sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah masa lalu bangsa. Tidak hanya itu museum juga mempunyai tugas dan kegiatan untuk memamerkan dan menerbitkan hasil-hasil penelitian dan pengetahuan tentang benda-benda yang penting bagi Kebudayaan dan llmu Pengetahuan.
 
Seperti yang kita tahu di museum itu terdapat berbagai macam benda kuno, dari patung, artefak, atau benda-benda bersejarah lainnya, termasuk juga naskah kuno. Nah, di beberapa museum di Indonesia ada museum yang menyimpan banyak koleksi-koleksi naskah yang umurnya rata-rata lebih tua dari museumnya itu sendiri, di museum mana sajakah yang banyak menyimpan koleksi-kolksi kuno itu 
 
Museum pertama adalah Museum Sri Baduga di Jalan Peta, Bandung, di museum yang luasnya mencapai 8.415,5 m2 ini memiliki koleksi naskah kuno yang lumayan banyak, yaitu kurang lebih 147 naskah kuno. Yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat Naskah kuno yang dikoleksi seperti Cacarakan (Haracaraka-Jawa), Jawa kuno, Pegon (Arab Sunda), Sunda kuno, dan naskah yang lainnya. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan menggunakan berbagai huruf kuno seperti huruf Sunda kuno, Jawa Kuno hingga bertuliskan huruf Palawa.
foto:www.toscaqueen-museumsribaduga.blogspot.com
Naskah-naskah itu berisi ajaran sastra, agama, pedoman hidup, kesehatan, adat istiadat, dan silsilah. Hampir sebagian besar naskah itu dipengaruhi oleh budaya India karena kebanyakan berasal dari zaman yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu.
 
Keberadan naskah-naskah itu memiliki arti dan nilai yang tinggi salah satunya karena mengungkapkan kondisi sosial budaya mayarakat Sunda tempo dulu yang dituliskan di daun lontar, kertas Eropa, logam dan kayu 
 
Kedua, ada Museum Bengkulu yang mempunyai jumlah koleksi yang hampir sama dengan museum Sri Baduga, yaitu sekitar 120-an koleksi. Naskah koleksi dari museum ini sebagiannya adalah naskah kuno "ka ga nga. Ka ga nga ini merupakan tulisan asli masyarakat Melayu Bengkulu yang berasal dari aksara semit kuno, proto melayu, selain di Bengkulu ka ga nga juga terdapat di Jambi, dan Lampung tulisan ini berasal dari aksara Palawa. Huruf ka ga nga untuk masyarakat Suku Serawai di Bengkulu dikenal dengan tulisan ulu atau serat ulu, sedangkan untuk suku rejang dikenal dengan tulisan rencong.
foto:www.dennytipis.wordpress.com
Huruf ka ga nga sendiri  lahir menjelang abad ke 12, huruf ini merupakan bagian dari  tulisan aksara semit kuno atau lebih spesifik dari proto sumatra bahkan di Bandung ka ga nga juga dikenal lahir dari aksara Palawa atau naskah Melayu
 
Dari beberapa naskah yang dikoleksi di museum ini kebanyakannya adalah tulisan yang berisikan kitab pengobatan, penyakit, kisah atau kejadian alam semesta, cerita tentang sang kancil, hukum adat, pantun, tata cara hubungan kaum muda, tata cara bertani, pantun, serta jampi dan mantra. Tulisan ka ga nga untuk suku Rejang Lembak terdiri atas 23 kata sedangkan Serawai Pasemah terdiri atas 28 kata dan memiliki 13 tanda baca. (berbagai sumber)
0

Masjid Berasitektur Art Deco di Garut


Sekilas mungkin orang tidak akan menyangka apa yang dilihatnya saat di kampung Cipari, Kecamatan Garut adalah sebuah Masjid. Ya, Masjid Cipari atau Masjiid A-Syuroini memang berbeda dengan kebanyakan masjid lainnya di Indonesia. Pasalnya, bentuk bangunannya mirip dengan sebuah gereja. Selain itu masjid tertua di Garut ini pun mengadopsi gaya Art Deco yang tak lazim diadopsi oleh sebuah masjid.
 
Mungkin dari seluruh wilayah di Indonesia ini hanya Masjid Cipari dan Masjid Somobito di Mojowamo Mojokerto, Jawa Timur yang memiliki bentuk mirip gereja. Hanyalah kubah dan menaranya yang menjadi ciri yang nampak dari  bangunan tersebut merupakan masjid.
Menurut catatan sejarahnya , Masjid Cipari ini bukan hanya masjid yang digunakan untuk ritual ibadah saja, namun pernah menjadi markas perjuangan dan pusat pergerakan para ulama pejuang. Masjid inilah yang dipakai para ulama untuk melakukan musyawarah para pejuang kemerdekaan, bahkan  menjadi benteng pertahanan dari serangan luar.

Sejarah Perkembangan Masjid Cipari
Tahun 1895 pertama kali masjid ini dibangun di lingkungan pesantren Cipari. Namun  saat itu wujud masjid Cipari tidak seperti sekarang dan kondisinya masih sangat sederhana. Kemudian sepeninggal sang pendiri pesantren  KH Harmaen, pembangunan masjid kembali di lakukan di bawah pimpinan anaknya yaitu KH Yusuf Tauziri pada tahun 1933.  Pembangunan masjid itu juga di lakukan seiring dengan kemajuan pesat pesantren da bertambahnya jumlah pesantren.
 
Nah, selain itu perluasan masjid ini juga mempunyai kaitan erat dengan  situasi pergerakan nasional  karena KH Yusuf Tauziri merupakan seorang ketua PSII cabang Wanaraja. Selain itu kemajuan pesantren  juga ditunjang oleh dihapuskannya ordonansi sekolah luar oleh pemerintah kolonial Belanda pada tanggal 13 Februari 1932 akibat penentangan berbagai organisasi nasional dan Islam, seperti Budi Utomo, Muhamadiyah, PNI, PSII, dan yang lainnya. Masjid ini pun pernah dipakai untuk Muktamar Sarekat Islam se-Indonesia pada tahun 1933-1934.

Memasuki era perang kemerdekaan,  pesantren Cipari memainkan peranannya. Para santri di sana  dididik sebagai pejuang, selain belajar ilmu agama karena pesantren ini menjadi salah satu satu pesantren dari organisasi perjuangan Syarikat Islam
 
Masjid ini pun kerap digunakan sebagai tempat untuk latihan perang, pertahanan, bahkan dapur umum para pejuang kemerdekaan. Saat  Agresi belanda ke-2, dibawah komando KH. Abdul Qudus dan KH. Yusuf Tauzirie, masyarakat di wilayah Garut timur dipersatukan dalam laskar Hizbullah, yang diantara angggotanya kemudian menjadi bagian dari tentara Siliwangi. 
 
Nah, pada waktu pemberontakan DI/TII masjid ini sempat dijadikan tempat pengungsian, perawatan pejuang yang terluka ketika kembali dari hijrah ke Yogyakarta, tempat perlindungan para pejuang dan keluarganya.
 
Masjid ini pernah menjadi target serangan DI/TII, kurang lebih 22 kali mesjid ini diserang oleh DI-TII. Namun, saking tebal dindingnya yang lebih dari 40 sentimeter, masjid ini bisa bertahan dan kini masih tegak berdiri dengan kokoh. Lubang-lubang bekas peluru yang terdapat di jendela menara masjid menjadi saksi bisu serangan tersebut. 
 
Masjid Cipari yang Art Deco
Melihat bentuk bangunan dari Masjid Cipari ini memang sangat mirip layaknya sebuah gereja.  Bentuk bangunannya  memanjang dengan pintu utama yang terletak  di tengah-tengah  muka bangunan dus keberadaan menaranya yang terletak di ujung bangunan  di atas pintu utama. Dari bentuk dan posisi menara dan pintu utama tersebut, bangunan ini memang menyerupai sebuah bentuk bangunan gereja.
 
Mengenai langgam Art Deco, belum ada catatan sejarah yang mengatakan mengapa masjid in mengadopsi langgam Art Deco untuk bangunannya. Langgam Art Deco pada masjid ini tampak dari pengolahan fasad bangunannya yang  berbentuk geometris. Arsitektur Art Deco yang dilahikan oleh sekelompok arsitek Amsterdam School dari Belanda ini memang memiliki memiliki ciri elemen dekoratif geometris yang tegas dan keras 
 
Pola-pola dekorasi geometris masjid yang berulang di atas material batu kali memperlihatkan dengan jelas langgam ini. Selain itu, garis horizontal yang halus pada sisi samping kanan maupun kiri juga mencirikan langgam yang sama. Bentuk menara dan atapnya yang menyerupai kubah dengan beberapa element dekorasi pada bagian samping maupun puncaknya juga mengingatkan pada langgam ini.
 
Menara masjid berketinggian lebih kurang 20 meter ini menarik perhatian bahkan seperti menjadi eye catcher pada bangunan masjid. Mungkin sekadar simbol untuk menandai bahwa bagunan ini bukan gereja melainkan masjid, maka diletakkanlah bulan sabit di ujung menara. Terdapat beberapa lantai pada interiornya, dengan lantai teratas merupakan ruangan sempit berlantai pelat baja yang dikelilingi semacam balkon kecil yang juga daripelat baja.
 
Dalam ruangan bangunannya terdapat ruang mihrab berupa penampil yang menempel di dinding arah kiblat. Sementara, ruang shalatnya pun lebih mirip ruang kelas yang dapat dimasuki dari pintu di sebelah utara dan selatan atau dari pintu timur yang terletak di antara ruang naik tangga. 

Lokasi Masjid
Batas-batas mesjid sekarang, di sebelah utara adalah Kampung Pinggirsari dan Kampung Tegalkiang Kecamatan Sukawening, selatan adalah Kampung Babakan Cipari dan Kampung Ci Kecamatan Pangatikan, barat adalah Pasar Karangsari Kampung Cimaragas dan pesawahan Kecamatan Pangatikan, dan sebelah timur adalah sawah dan makam Kecamatan Sukawening 
 
Cara mencapainya
Masjid Cipari Wanaraja dapat dicapai dari Terminal Cileunyi Bandung ke Terminal Ciawitali Garut Kota dengan waktu tempuh ± 1,5 jam. Kemudian menuju lokasi dengan menggunakan angkutan kota satu kali jurusan Wanaraja sekitar 50 menit dengan jarak ± 4 Km dari Kecamatan Wanaraja dan ± 12 Km dari ibukota kabupaten. Selanjutnya dapat dicapai dengan naik ojeg dengan jarak ± 1 km sekitar 5-10  menit. Mesjid Cipari Wanaraja berada di dalam Kampung Babakan Cipari, Desa Cipari, Kecamatan Pangatikan, pada posisi koordinat: 7º 09’ 171” LS 107º 59’ 764’’ BT. (berbagai sumber)
0

Taman Selecta, Taman Favorit Petinggi Negara


Presiden pertama Soekarno, Megawati Soekarno putri, Moh Hatta, Ali Sadikin, Jendral Soemitro belum lagi sederat nama lainnya pernah singgah dan menginap di Vila-vila taman wisata ini. Yup Taman Selecta namanya, sebuah taman 13 Km dari Malang yang berada di  terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
foto: www.sidomi.com
Taman Selecta ini merupakan tempat peristirahatan yang umurnya sudah cukup tua karena  di bangun sejak jaman Belanda. Adalah seorang Belanda bernama Reyter Dewild yang awalnya membangun tempat peristirahan ini untuk kaum borjuis Eropa. Dengan luas 20 hektar dan letaknya 1100 M dari permukaan laut, taman ini merupakan sebuah tempat yang lengkap dengan fasilitas hiburannya dari  kolam renang, lapangan tenis, bungalow dan taman-tamannya. 
 
 Seperti yang dikatakan di muka, para petinggi negara tak jarang menyempatkan waktunya untuk menginap di taman wisata ini.  Nah, salah satu villa yang cukup bersejarah di sana adalah Villa De Brandarice  yang sekarang bernama vila BimaShakti. 
 
De Brandarice ini menjadi semacam saksi bisu sejarah nasional negeri ini. Saat itu di sana, Bung Karno sering terlihat  berolah raga kecil dan berjemur diri di pagi hari, siangnya mengunci diri di kamar dan sorenya menikmati pemandangan alam yang tampak indah dari ruang santai.
foto:www.peponkz.student.umm.ac.id
Bung Karno dan Bung Hatta pun pernah tinggal di tempat wisata ini ketika terjadi Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948. Memang tidak ada yang tahu mereka tinggal selama berapa lama. Beliau datang dan pergi karena masa perang, tetapi Bung Karno kerap tinggal di kawasan itu pada masa setelah tahun 1950 saat kondisi negara relatif lebih aman. 
 
 Bung Hatta pada 1956 menjelang saat KonferensiKNIP, pernah juga bermalam di Villa Bima Shakti dan menorehkan “Keris Semangat”tentang perekonomian masa depan negeri ini. Disitu, Bapak Perekonomian Indonesia ini menulis “Tinta Emas” agar membangun ekonomi melalui perkoperasian dan dimulai dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. 
 
Selain Bung Karno dan Bung Hatta,  Ali Sadikin Gubernur DKI era 70-an pernah datang vila Bima Sakti. Begitu pun dengan  Jenderal Sumitro yang pada tahun 1968 pernah singgah ke Selecta dan meminta kolam renang taman rekreasi itu dijadikan sebagai pulau terapung. Tak hanya itu, di era  Megawati Soekarno Putri  masih menjabat sebagai Presiden juga pernah transit di  Taman wisata ini.
 
Yah, memang Taman Selecta ini teramat spesial, belum lagi soal panoramanya. Bangunan Villa Bima Shakti ini merupakan tempat tertinggi di alam pegunungan Kota Batu. Dari sana seluruh Kota Batu dan sekitarnya dapat dipandang dan keindahannya bisa dinikmati tanpa halangan, semua keindahan dari kejauhan mampu diterobos mata. Villa Bima Shakti yang berada di puncak bukit yang dikelilingi Gunung Panderman, Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, serta Gunung Welirang yang selalu mengepulkan asap belerang.
 
Tak hanya itu, eksotisme panorama alam pegunungan yang indah dan sedap dipandang mata serta penuh nilai historis. Taman Selectamelambung menjadi pioner pariwisata di Kota Wisata Batu Jawa Timur, bahkan di Indonesiabaik  di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara seperti dari Belanda, Taiwan dan Malaysia. (berbagai sumber)