Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Flora dan Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flora dan Fauna. Tampilkan semua postingan
0

Pesona Burung Cendrawasih Keindahan yang Menakjubkan




Burung Cendrawasih adalah burung asal Papua. Burung cenderawasih, terutama yang jantan, memiliki bulu-bulu indah layaknya bidadari turun dari surga. Oleh karena itulah burung cenderawasih disebut sebagai burung surga atau bird of paradise.



Selain dapat ditemui di Papua, burung cenderawasih juga dapat ditemui di negara tetangga kita yaitu Papua Nugini dan Australia. Nah, berikut ini adalah beberapa spesies burung cenderawasih yang terkenal karena kecantikannya :



1. Burung Cendrawasih Kuning Kecil (Lesser bird of paradise)






Burung cendrawasih jenis ini merupakan burung serukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm. Bulu-bulunya berwarna kombinasi merah-cokelat dengan mahkota berwarna kuning dan punggung atas berwarna kuning kecokelatan.


Burung jannya memiliki tenggorokan berwarna hijau tua, dan sepasang ekor panjang yang dihiasi bulu-bulu tebal berwarna kuning dan putih. Sedangkan burung betina memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan burung jantan, kepalanya berwarna cokelat tua, badannya berwarna putih dan tidak memiliki bulu-bulu hias.


Daerah penyebaran burung cenderawasih jenis ini adalah meliputi seluruh hutan di bagian utara Papua Nugini dan pulau-pulau disekitarnya seperti Pulau Misool dan Yapen.



2. Astrapia Ribbon Tailed




Burung Cendrawasih jenis ini memiliki bulu ekor yang sangat panjang yang melebihi panjang tubuhnya. Bahkan panjang ekornya bisa sampai 3 kali panjang tubuhnya. Panjang burung jantan sekitar 32 cm, dengan ekor berbentuk pita warna putih yang panjangnya mencapai 1 m. Sedangkan betinanya, memiliki ekor yang agak pendek dengan warna cokelat. Burung cenderawasih jenis ini dapat ditemui di hutan hujan tropis di bagian tengah Pulau Papua.



3. Cendrawasih Biru (Blue Bird of Paradise)




Burung ini memiliki panjang sekitar 30 cm, berbadan hitam, mata cokelat gelap dan kaki berwarna abu-abu. Burung jantan dihiasi bulu-bulu sayap yang didominasi warna ungu-biru. Burung ini merupakan burung khas Papua Nugini. Daerah penyebarannya adalah di Hutan-hutan di Papua Nugini bagian Timur dan Tenggara. Umumnya mereka tinggal di ketinggian 1400- 1800 m di atas permukaan laut.


Cenderawasih biru memiliki ritual tarian unik saat musim kawin. Untuk menarik pasangannya burung-burung jantan akan menari memaerkan bulu-bulunya yang indah sambil mengeluarkan suara-suara yang menyerupai nyanyian.



4. Paradise Rifflebird




Ciri khas burung ini adalah, burung jantannya memiliki bulu berwarna hitam dengan mahkota berwarna biru kehijauan, kaki hitam, mata cokelat, dan paruh berwarna kuning. Burung cenderawasih jenis ini dapat ditemukan di hutan New South Wales dan Queendslans di Australia.


Keindahan burung ini terlihat pada saat burung jantan mengembangkan sayapnya menyerupai kipas dan bergerak kekana dan kekiri seperti menari untuk menarik si betina.



5. Cendrawasih Merah (Red Bird of Paradise)




Panjang burung ini sekitar 33 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna kuning dan cokelat serta memiliki paruh berwarna kuning. Burung jantan dewasa memiliki bulu-bulu berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih. Di bagian ekornya terdapat dua buah bulu melingkar berwarna hitam. Sedangkan burung betinanya berukuran lebih kecil dari si jantan, serta tidak memiliki bulu-bulu hiasan.


Burung cenderawasih merah hanya dapat ditemukan di hutan-hutan dataran rendah di Pulau Waigeo dan Batanta, kabupaten Raja Ampat, Papua.



6. Cenderawasih Panji (King Saxony bird of paradise)




Burung ini merupakan jenis burung kicau berukuran kecil dengan panjang sekitar 22 cm. Burung jantan dewasa memiliki bulu hitam dan kuning tua, di kepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik berwarna biru-muda mengkilat dengan panjang mencapai 40 cm. Bulu panjang ini dapat berdiri tegak ketika melihat burung betina. Sedangkan burung betinanya memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil serta tidak memiliki antena.


Daerah penyebaran burung cenderawasih panji ini meliputi hutan-hutan pegunungan di Papua.
0

Teratai Raksasa di Manggarai Timur


Ukuran lingkaran dari tumbuhan air yang satu ini bukan main besarnya dan melebihi ukuran dari teratai yang biasa kita jumpai di danau-danau atau rawa. Ingin menjumpainya tidak perlu pergi jauh-jauh ke hutan Amazon karena cukup datang di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT anda bisa melihat teratai berukuran besar di danau teratai raksasa.
sumber foto: www.unik247.blogspot.com/
Bahkan, satwa langka buaya darat juga terdapat di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Kecamatan Sambi Rampas. Teratai raksasa ini tepatnya ada di Danau Rana Tonjong yang terletak di Desa Nanga Mbeling, Kecamatan Sambi Rampas, sekitar 3 kilometer utara Pota. Luas danau ini  2.200 kilometer persegi dan berada di sebuah dataran rendah yang dikelilingi perbukitan.

      
          Teratai raksasa ini memang menggila di danau itu lantaran seluruh permukaan danau ditumbuhi bunga teratai raksasa atau giant lotus (Victoria amazonica)atau tonjong dalam bahasa setempat. Bunga teratai memang berbunga, sama seperti bunga teratai raksasanya yang satu ini, akan  tetapi tumbuhan ini hanya berbunga sekali setahun pada bulan April dan Mei.
 
 Di dalam bunga yang sudah mekar terdapat biji-bijian yang dapat dimakan mentah dan memiliki rasa seperti kacang tanah. Entah kenapa, bunga teratai ini tidak dapat tumbuh dan berbunga di tempat lain selain danau itu. Selain di tumbuhi oleh teratai raksasa itu, Danau Rana Tonjong juga  menjadi habitat bagi ikan air tawar, katak, dan tempat mencari makan bagi burung angsa putih.
 
Selain di Indonesia bunga teratai raksasa, seperti disinggung di atas juga bisa ditemui di  perairan dangkal sungai basin Amazon. Victoria Amazornica adalah genus teratai air terbesar yang ada didunia dan daunnya sendiri dapat tumbuh lebih dari 3 m diameternya dan memiliki berat bisa menyampaiu 70 pound atau 31 kg . Teratai raksasa ini disebut juga sebagai victoria regia setelah ratu victoria di Inggris, ketika di temukan oleh petualang yang bernama Robert Schomburgk pada tahun 1836.
 
 Teratai (Nymphaea sp.) adalah tanaman air yang banyak diminati para pecinta tanaman hias. Hal ini dikarenakan sosoknya yang anggun, indah, alami dan eksotis sekaligus  dapat menyejukkan pandangan. Selain karena indah, tumbuhan teratai  juga memiliki cara menyesuaikan diri terhadap tempat hidupnya dengan cara yang unik. Berkebalikan dengan kaktus yang hidup di daerah gersang, teratai justru hidup di daerah penuh air dan dapat mengapung di permukaan air. Teratai biasa ditemukan dipermukaan air yang tenang seperti kolam dan danau.
 
Daun teratai tipis dan lebar, berbentuk bundar atau oval. Bentuk daun ini sangat membantu mempercepat proses penguapan. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga airnya jatuh kepermukaan daun tidak membentuk butiran air. (berbagai sumber)
0

Komodo Dragon


The Komodo dragon (Varanus komodoensis) is a large species of lizard found in the Indonesian islands of Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang and Gili Dasami. A member of the monitor lizard family (Varanidae), it is the largest living species of lizard, growing to a maximum of length 3 metres (9.8 ft) in rare cases and weighing up to around 70 kilograms (150 lb). Their unusual size has been attributed to island gigantism, since there are no other carnivorous animals to fill the niche on the islands where they live.
However, recent research suggests that the large size of komodo dragons may be better understood as representative of a relict population of very large varanid lizards that once lived across Indonesia and Australia, most of which, along with other megafauna, died out after the Pleistocene. Fossils very similar to V. komodoensis have been found in Australia dating to greater than 3.8 million years ago, and its body size remained stable on Flores, one of the handful of Indonesian islands where it is currently found, over the last 900,000 years, "a time marked by major faunal turnovers, extinction of the island's megafauna, and the arrival of early hominids by 880 ka." and scientists believe they share an ancestry with the cretacious period man eating predator.
As a result of their size, these lizards dominate the ecosystems in which they live. Komodo dragons hunt and ambush prey including invertebrates, birds, and mammals. Their group behaviour in hunting is exceptional in the reptile world. The diet of big Komodo dragons mainly consists of deer, though they also eat considerable amounts of carrion.
Mating begins between May and August, and the eggs are laid in September. About twenty eggs are deposited in abandoned megapode nests or in a self-dug nesting hole. The eggs are incubated for seven to eight months, hatching in April, when insects are most plentiful. Young Komodo dragons are vulnerable and therefore dwell in trees, safe from predators and cannibalistic adults. They take about eight to nine years to mature, and are estimated to live for up to 30 years.
Komodo dragons were first recorded by Western scientists in 1910. Their large size and fearsome reputation make them popular zoo exhibits. In the wild their range has contracted due to human activities and they are listed as vulnerable by the IUCN. They are protected under Indonesian law, and a national park, Komodo National Park, was founded to aid protection efforts.